Pelayanan pengambilan STNK karena blangko kosong di samsat kota Malang Jl. Kebonsari kurang memuaskan

Hari ini pada tanggal 2 Januari 2014 jam 09.00, saya mengambil STNK sepeda motor di Samsat Kota Malang Jl. Kebonsari. Waktu mengurus perpanjangan STNK pada bulan Agustus 2013, STNK belum jadi karena blangko kosong. Saya menyerahkan pada petugas pengambilan STNK.

Dalam proses pengambilan STNK, saya mengamati proses pengambilannya. STNK yang sudah jadi dikumpulkan dalam jumlah tertentu dalam bendelan. Petugas yang mencari berkas STNK hanya satu. Dan satu petugas lain bertugas menerima dan menyerahkan berkas STNK. Apakah memang hanya dua petugas ini yang melayani pengambilan STNK ? Apakah yang lain sedang cuti ?  Saya tidak tahu.

Dan untuk mencari satu berkas STNK membutuhkan waktu kurang lebih 10-15 menit. Terlihat petugas bingung, mencari lembar per lembar dalam gendelan. Ini menunjukkan berkas tidak diurutkan dengan kategori tertentu. Memang jumlah STNK banyak sekali. Namun kalau diurutkan dalam kategori tertentu misalnya nama, kelurahan, tanggal, akan mudah dan cepat mengambilnya mungkin hanya membutuhkan waktu 1-2 menit. Petugas juga merasa nyaman dan senang mengambilkan STNK. Tidak banyak waktu terbuang untuk petugas dan orang yang mengambil STNK. Tidak efektif dan efisien.

Banyak orang yang mengeluh. Ada Bapak di samping saya juga berpikir yang sama, mengapa tidak diurutkan saja. Apakah tidak terlintas ide untuk mengurutkan berkas STNK ? Bagaimana menurut Anda ?

Saya sudah berusaha bertanya kepada petugas. Apakah STNK saya sudah dalam proses pencarian. Jawaban yang diberikan “Iya Pak, ini masih dicarikan”, dengan nada yang menurut saya kurang ramah tetapi masih dalam batas yang saya bisa toleransi. Tanpa kepastian kapan akan selesai. Karena saya sudah menunggu 1 jam lebih. Saya mengambil keputusan untuk mengambilnya saja. “Pak ! STNK atas nama xxxx saya ambil saja. Besok saya kembali”. Itu yang saya katakan. Tetapi rencana saya lain. Untuk apa terburu-buru mengambilnya kalau pelayanannya kurang memuaskan. Menghabiskan waktu, tenaga, dan uang untuk parkir dan transport.

Ada seorang Bapak yang menyerahkan mulai jam 08.00 dan pada jam 10.00 belum selesai. Tapi beliau tetap sabar. Bapak itu berpikir sekalian menunggu, mumpung sudah ada di samsat. Bagi saya waktu satu jam hari ini cukup berarti karena saya dikejar waktu untuk bertemu saudara di Ampelgading.
Semoga dengan tulisan ini pihak Samsat Malang bisa memperbaikinya dan orang yang mengambil bisa mengantisipasinya. Selain saya mengirim email ke info@dipendajatim.go.id.
Menurut saya ini bukan salah petugas ybs. Sistemnya perlu diperbaiki. Demi kepentingan bersama.
Untuk bukti fotonya silakan klik ini

About r1sthree

Pribadi yg sederhana. Pekerja IT. Tertarik dengan komputer, web design, vb programming, internet, dll.

Posted on January 2, 2014, in Layanan Umum and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: