Kilas balik pasangan Soekarwo – Saifullah Yusuf Jilid II

Diambil dari koran Radar Surabaya 6 November 2012 halaman 19. Catatan Roudlon Fauzani.

KPU Jatim memutuskan menggelar pemilihan gubernur (pilgub) lebih awal pada 29 Agustus 2013 dari rencana semula 2014. Itu artinya, pelaksanaan pilgub tinggal sembilan bulan lagi. Tapi hingga kini, belum ada satu partai pun yang resmi mengusung calon. Tentu, ini jadi teka-teki siapa sebenarnya calon yang akan maju dalam pilgub nanti?

Calon incumbent Gubernur Jatim, Soekarwo, sebelumnya telah melakukan soft launching untuk berduet lagi dengan Wakil Gubernur Saifullah Yusuf  (Gus Ipul). Soft launching  yangdilakukan  pada12 Oktober 2012 itu  dimaksudkansebagai kado peringatan Hari Jadi Provinsi Jatimke 67.Entah sekadar seremoni  untuk meneguhkan ‘keharmonisan’ pasangan  ini  memimpin   Jatim sampai   tuntas pada  2013 mendatang, yang pasti soft launching itu sempat membuat para calon rival Soekarwo keder.

Bisa dimaklumi jika duet KarSa (Soekarwo – Saifullah Yusuf) sampai maju bersama lagi untuk jilid ke II,  tentu akan sulit ditandingi oleh siapapun. Bahkan oleh Khofifah Indar Parawansah sekalipun, yang notabene adalah mantan penantang kuat Soekarwo pada pilgub 2008 lalu. Tapi politik memang bukan hitungan matematis yang bisa diprediksi jauh-jauh hari. Pun dengan deklarasi dini KarSa jilid II itu. Banyak pihak yang memperkirakan soft launching itu belum tentu akan jadi kenyataan. Toh, yang abadi dalam politik bukanlah siapa kawan dan siapa lawan. Tetapi, kepentingan.

Itulah kenapa jika sebagian pengurus DPD Partai Golkar Jatim masih meragukan duet KarSa jilid II  akan melenggang sampai pilgub  nanti . “Soft launching itu belum jadi jaminan akan jadi kenyataan,” ungkap Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jatim, Sabron Djamil Pasaribu. Keraguan Sabron bisa jadi benar. Apalagi bila melihat beberapa hari setelah soft launching, ada perubahan drastis pada diri  Gus Ipul .  Dalam beberapa kali pertemuan dengan wartawan, Gus Ipul yang sudah ‘dipinang’’ Pakde Karwo untuk berduet lagi dalam KarSa jilid II, justru kian tidak yakin kalau dirinya bakal benar-benar digandeng kompatriotnya itu dalam pilgub 2013.

Dengan nada guyon yang menjadi ciri khasnya, Gus Ipul sering melontarkan statemen bernada galau kalau dirinya bisa maju lagi. Mulai dari pernyataan masih menunggu istikhoroh dari langit (petunjuk para kiai), hingga statemen bahwa dirinya  sebenarnya  disuruh istrinya,  Ny Fatmah, pulang kampung ke Jakarta. “Saya diminta istri tidak maju (pilgub) lagi,  dan pulang ke Jakarta,” aku Gus Ipul, beberapa waktu lalu. Tentu ,  sikap  itu kontras dengan soft launching yang dilakukan Gus Ipul bersama Pakde Karwo sebelumnya. Bila dicermati lagi, tampaknya Gus Ipul sadar dengan karakter Pakde Karwo. Sehingga, mantan ketua umum GP Ansor ini tidak mau terbuai dengan deklarasi dini tersebut. Gus Ipul sepertinya telah belajar banyak dari pengalaman pilgub 2008 lalu.

Pada   pilgub 2008, jauh sebelum benar-benar berduet  dengan dirinya ,PakdeKarwo telah dekat bahkan juga menebar harapan besar pada sejumlah calon. Di antaranya adalah mantan Kakanwil Depag Jatim, Roziqi. Orang nomor satu di Depag Jatim ini terhipnotis  hingga  melakukan serangkaian kegiatan pencitraan. Dana yang dikeluarkan tentu tidak sedikit. Tapi akhirnya ‘lose.’ Hal sama juga konon terjadi pada Mayjen Bambang Suranto (pangdam V/Brawijaya saat itu). Sama dengan Roziqi, harapan itu akhirnya tidak jadi. Gus Ipul lah yang kemudian dapat berkah karena atas dorongan Ketua Umum DPP PAN, Soetrisno  Bachir  saat  itu ,akhirnya pilihan Pakde jatuh pada diri  Gus Ipul sebagai representasi  PAN. Tentu itu membuat Roziqi ,Bambang Suranto, dan mungkin lainnya jadi kecewa.

Perubahan sikap Pakde Karwo di bawah bimbingan dan arahan mantan atasannya, eks-gubernur Imam Utomo, waktu itu, tentu tidak lepas dari kalkulasi politik. Nah, bisa jadi Gus Ipul akan bernasib sama seperti mereka sekarang, bila memang kalkulasi politik Pakde berbeda. Sebab bisa dimaklumi, kepentingan Pakde di akhir masa baktinya nanti akan sangat menentukan calon yang digaetnya sebagai pasangan duet. Maklum, karena setelah pilgub 2013 nanti, Pakde sudah tidak bisa maju lagi karena sudah dua periode. Bisa dimaklumi bila Pakde punya kepentingan.

Karena itu, Gus Ipul tak mau ‘karma’ politik  dalam pilgub 2008 lalu  giliran  menimpa dirinya. Paling tidak, ia tidak ingin ‘harapan’ yang ditebarPakde Karwo dalam soft launching KarSa jilid II itu hanya pepesan  kosong  alias “tak semanis janjimu.” (*/jay)

About r1sthree

Pribadi yg sederhana. Pekerja IT. Tertarik dengan komputer, web design, vb programming, internet, dll.

Posted on August 29, 2013, in Politik & Pemerintahan and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: